ABOUT GUNADARMA
Universitas Gunadarma adalah salah satu universitas ternama di Indonesia. Di Universitas ini sudah terlengkapi dengan berbagai macam fasilitas di bidang akademik ataupun non-akademik. Sehingga kualitas pengajaran yang diberikan kepada Seluruh Mahasiswa sangat baik ditambah lagi fasilitas yang mendukung yang telah disediakan oleh pihak Universitas Gunadarma.
Selama saya kuliah di Universitas Gunadarma, saya merasakan beberapa masalah dalam bidang akademik dan fasilitas parkiran di Kampus ini. Salah satunya, pengaturan jam belajar , dan pengaturan jam praktikum. Terkadang dalam satu hari dan dalam satu minggu penuh dengan jadwal kuliah yang begitu padat. Terkesan tidak efisien dalam segi waktu.
Saat sekarang ini kebanyakan dosen memberikan tugas perindividu. Padahal dosen tersebut tentunya tahu, bila tugas tersebut hanya di kerjakan oleh satu orang Mahasiswa. Kemudian dalam penjelasan materi sangatlah kurang jelas atau kurang mendetail. Dosen seharusnya menjelaskan materi lebih diperjelas dan mendetail kepada Mahasiswanya, karena itu lebih baik untuk diterima Mahasiswa dan Mahasiswa lebih dapat mengerti materi yang di bawakan dosen yang bersangkutan.
Salah satu contoh parkiran di Kampus “D” Gunadarma Depok, sebenarnya lahan parkiran masih sangat luas namun atap untuk menutupi kendaraan di parkiran dari panas dan hujan masih tidak seluruhnya terpasang, dan berakibat masih banyak kendaraan yang tidak terlindungi oleh atap, sehingga masih banyak Helmet yang di taruh di motor terkena panas dan basah bila turun hujan, tentunya hal semacam ini tidak di inginkan oleh para Mahasiswa.
Dari sekian kampus gunadarma di daerah sekitar Depok, hanya kampus “E” gunadarma Depok yang parkirannya sudah memenuhi standar keinginan para Mahasiswa Gunadarma.
NAMA : FUAD AGUSTIANTO
NPM / KELAS :12210892 / 1EA05
Jumat, 18 Maret 2011
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
12.47
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Senin, 14 Maret 2011
THE ROLE OF MANAGERS IN THE COMPANY
the role of managers in the company.
Each company has held a variety of management roles that determine the success of the company's own tu.
Managers must have the nature of responsibility is and do not give up on the situation ...
Some of the role of managers are:
1. Interpersonal Roles.
Namely the relationship between the managers with the people around him such as Leader: Becoming the leader yag motivate employees / subordinates and resolve problems that arise. or liaison: Liaison with internal and external parties.
2. Role Information.
Is a role in regulating the information possessed good that comes from within and outside the organization, for example as observers: Supervise, monitor, collect and record events that occur either obtained directly or indirectly. Can also be Spreader: Spread the information to the people within the organization. Or become Spokesperson: Representing the unit that leads to outside parties.
3. Role of Decision Makers.
It is a role in making good decisions that determined its own and produced with the other party, for example as Entrepreneurship: Creating ideas and creations of creative and innovative ways to enhance work unit performance. And sebaga solvers Problem: Finding a way out and the best solution of every problem that arises.
And many more roles in the company's managers.
Nama Kelompok : FUAD AGUSTIANTO
Abdullah Yasir
MK : BAHASA INGGRIS 2
the role of managers in the company.
Each company has held a variety of management roles that determine the success of the company's own tu.
Managers must have the nature of responsibility is and do not give up on the situation ...
Some of the role of managers are:
1. Interpersonal Roles.
Namely the relationship between the managers with the people around him such as Leader: Becoming the leader yag motivate employees / subordinates and resolve problems that arise. or liaison: Liaison with internal and external parties.
2. Role Information.
Is a role in regulating the information possessed good that comes from within and outside the organization, for example as observers: Supervise, monitor, collect and record events that occur either obtained directly or indirectly. Can also be Spreader: Spread the information to the people within the organization. Or become Spokesperson: Representing the unit that leads to outside parties.
3. Role of Decision Makers.
It is a role in making good decisions that determined its own and produced with the other party, for example as Entrepreneurship: Creating ideas and creations of creative and innovative ways to enhance work unit performance. And sebaga solvers Problem: Finding a way out and the best solution of every problem that arises.
And many more roles in the company's managers.
Nama Kelompok : FUAD AGUSTIANTO
Abdullah Yasir
MK : BAHASA INGGRIS 2
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
21.25
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Selasa, 01 Maret 2011
ALASAN MENGGUNAKAN INTERNET.
Ø INFORMASI.
Saya browsing internet untuk mendapatkan informasi. Saya suka untuk menelusuri search engine seperti Google, Yahoo untuk mengetahui segala macam informasi atau berita yang saya perlukan.
Ø SOCIAL NETWORK.
Dengan media Social Networking saya dapat berkomunikasi dengan anggota teman dan keluarga. Ada banyak situs jaringan sosial seperti E-mail, Facebook, Twitter dan sebagainya.
Ø KOMUNIKASI.
Internet adalah cara lain untuk saya berkomunikasi. Saya terhubung satu sama lain, salah satu contoh dengan Yahoo messenger dan masih banyak layanan lainnya.
Ø TRANSFER FILE.
Untuk semua mahasiswa khususnya Saya yang juga sebagai mahasiswa di salah satu Universitas Swasta Di Indonesia. Mengirim File melaui Internet adalah bagian penting dari kehidupan Saya. Saya menggunakan berbagai layanan surat seperti Gmail, Yahoomail dll untuk mengirim file.
Layanan yang terdapat di Internet begitu banyak Saya temukan dan tentunya sangat membantu Saya dalam mengembangkan Diri Saya di dalam Pendidikan sebagai Mahasiswa.
Saya juga menggunakan E-mail. Buat saya, email merupakan salah satu bagian dari cara komunikasi tertulis sehari-hari, mirip SMS. Artinya, saya gunakan email manakala harus mengirimkan pesan tertulis yang terlalu besar untuk dikirim lewat SMS. Selain bisa mengirimkan pesan jauh lebih besar dari SMS.
Saya mempunyai hobby tertentu, dan di facebook saya bisa membangun komunitas yang sesuai dengan hobby saya tersebut.
Jujur saja, sampai sekarang Saya masih juga mencari-cari format yang nyaman untuk menggunakan Twitter dan mendapatkan manfaat terbesarnya.
Dengan Blogging Saya dapat menuliskan hal-hal yang banyak memberikan manfaat bagi pembaca blog dan pembaca blog saya akan mempercayai dan menghormati saya sebagai seorang blogger yang mempunyai kredibilitas yang baik.
Sebagai seorang Mahasiswa tentunya Saya begitu sibuk dengan rutinitas kegiatan sehari-hari saya yang selalu di hadapkan dengan materi pendidikan dan tugas-tugas yang di berikan dosen. Pastinya lama kelamaan hal tersebut membuat saya jenuh. Beruntung Internet juga menyediakan sebuah Hiburan salah satu contoh Game Online. Hiburan ini dapat sejenak melepas kejenuhan Saya. Boleh di bilang suatu hiburan yang dapat menghilangkan setress karena rutinitas sehari-hari yang padat sebagai seorang Mahasiswa. ”Game Online hanya sebagai hiburan sesaat untuk menghilangkan kejenuhan dan bukan untuk di jadikan kegiatan rutinitas sehari-hari”.
NAMA : FUAD AGUSTIANTO
NPM : 12210892
KELAS : 1EA05
Mata kuliah : Komputer & TI 2C
Mata kuliah : Komputer & TI 2C
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
16.34
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Sabtu, 13 November 2010
Fenomena letusan Gunung Merapi menimbulkan dampak yang luar biasa. Muntahan beragam material letusan seperti asap, kerikil pasir, lava dan lahar telah menimbulkan korban harta dan jiwa yang jumlahnya tidak sedikit.
Pada Kamis malam (4/11/2010), Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya yang luar biasa. Akibatnya, setidaknya 35 orang tewas tersambar awan panas yang kerap disebut wedhus gembel oleh masyarakat.
Jumlah korban pun dikhawatirkan bakal terus bertambah karena masih banyak korban yang belum dievakuasi serta meningkatnya risiko kesehatan warga pengungsi yang kini jumlahnya mencapai ratusan ribu.
Meningkatnya jumlah pengungsi tidak terlepas dari letusan yang semakin dahsyat yang membuat jarak aman dari puncak Gunung Merapi telah meningkat lagi menjadi radius 20 kilometer.
Di tengah situasi yang semakin mengancam, Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Tjandra Yoga Aditama menyampaikan peringatan serta himbauan bagi para warga yang terpapar langsung dampak letusan.
Hal ini penting guna menekan risiko kesehatan dan mencegah bertambahnya jumlah korban. Tjandra mengingatkan, setidaknya ada lima dampak akibat letusan gunung yang dapat memicu risiko kesehatan.
"Kelima dampak tersebut, pertama adalah luka bakar dengan berbagai derajat keparahannya. Kedua, cedera dan penyakit langsung akibat terkena batu, kerikil dan lava. Ketiga, dampak abu gunung berapi yakni risiko gangguan pernafasan akibat berbagai jenis gas seperti S02, H2S, N02 serta debu dalam bentuk cemaran partikulat debu. Keempat, perburukan penyakit yang sudah lama diderita oleh pasien atau pengungsi. dan kelima adalah dampak lain seperti kecelakaan lalu lintas akibat jalan berdebu licin, jatuh karena panik, kontaminasi makanan," ungkap Tjandra dalam pernyantaan melalaui email, Jumat (5/11/2010)
Sehubungan dengan terus meningkatnya risiko tersebut, Tjandra juga menganjurkan lima hal penting kepada masyarakat.
1. Patuhi secara penuh batas lokasi aman yangg sudah ditetapkan, yang hari Jumat ini adalah radius aman 20 kilometer.
2. Untuk warga yang berada di luar radius 20 kilometer, maka sedapat mungkin menghindarkan diri dari menghisap debu/abu berlebihan, misalnya membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu (jangan jogging dulu misalnya kalau debu pekat), menggunakan masker dll.
3. Kalau sakit maka segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat
4. Kalau memang sudah ada penyakit kronik maka segera menghubungi dokter yang biasa menangani atau setidaknya mempersiapkan obat-obatan rutin yang biasa dikonsumsi,
5. Jaga daya tahan tubuh, makan bergizi dan bersih, cukup istirahat, hati-hati dengan kecelakaan lalu lintas dan lain-lain.
FUAD AGUSTIANTO (12210892)
CC://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/05/0946319/5.Ancaman.Akibat.Dahsyatnya.Merapi-5
Pada Kamis malam (4/11/2010), Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya yang luar biasa. Akibatnya, setidaknya 35 orang tewas tersambar awan panas yang kerap disebut wedhus gembel oleh masyarakat.
Jumlah korban pun dikhawatirkan bakal terus bertambah karena masih banyak korban yang belum dievakuasi serta meningkatnya risiko kesehatan warga pengungsi yang kini jumlahnya mencapai ratusan ribu.
Meningkatnya jumlah pengungsi tidak terlepas dari letusan yang semakin dahsyat yang membuat jarak aman dari puncak Gunung Merapi telah meningkat lagi menjadi radius 20 kilometer.
Di tengah situasi yang semakin mengancam, Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Tjandra Yoga Aditama menyampaikan peringatan serta himbauan bagi para warga yang terpapar langsung dampak letusan.
Hal ini penting guna menekan risiko kesehatan dan mencegah bertambahnya jumlah korban. Tjandra mengingatkan, setidaknya ada lima dampak akibat letusan gunung yang dapat memicu risiko kesehatan.
"Kelima dampak tersebut, pertama adalah luka bakar dengan berbagai derajat keparahannya. Kedua, cedera dan penyakit langsung akibat terkena batu, kerikil dan lava. Ketiga, dampak abu gunung berapi yakni risiko gangguan pernafasan akibat berbagai jenis gas seperti S02, H2S, N02 serta debu dalam bentuk cemaran partikulat debu. Keempat, perburukan penyakit yang sudah lama diderita oleh pasien atau pengungsi. dan kelima adalah dampak lain seperti kecelakaan lalu lintas akibat jalan berdebu licin, jatuh karena panik, kontaminasi makanan," ungkap Tjandra dalam pernyantaan melalaui email, Jumat (5/11/2010)
Sehubungan dengan terus meningkatnya risiko tersebut, Tjandra juga menganjurkan lima hal penting kepada masyarakat.
1. Patuhi secara penuh batas lokasi aman yangg sudah ditetapkan, yang hari Jumat ini adalah radius aman 20 kilometer.
2. Untuk warga yang berada di luar radius 20 kilometer, maka sedapat mungkin menghindarkan diri dari menghisap debu/abu berlebihan, misalnya membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu (jangan jogging dulu misalnya kalau debu pekat), menggunakan masker dll.
3. Kalau sakit maka segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat
4. Kalau memang sudah ada penyakit kronik maka segera menghubungi dokter yang biasa menangani atau setidaknya mempersiapkan obat-obatan rutin yang biasa dikonsumsi,
5. Jaga daya tahan tubuh, makan bergizi dan bersih, cukup istirahat, hati-hati dengan kecelakaan lalu lintas dan lain-lain.
FUAD AGUSTIANTO (12210892)
CC://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/05/0946319/5.Ancaman.Akibat.Dahsyatnya.Merapi-5
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
15.50
1 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label:
Tugas Ilmu Budaya Dasar
Jumat, 29 Oktober 2010
Studentsite adalah salah satu situs penting yang wajib di miliki mahasiswa Universitas Gunadarma. Di dalamnya terdapat berbagai macam informasi yang menyangkut kemahasiswaan. Salah satu informasi yang terdapat di dalamnya yaitu kalender akademik, jadwal perkuliahan dan lain sebagainya. Sehingga mahasiswa gunadarma dapat dengan mudah mengakses segala sesuatunya yang menyangkut jadwal perkuliahan.
kelebihan pada studentsite :
- mahasiswa bisa melihat nilai transkrip ujian sebelum hasil ujian dikeluarkan
- dapat melihat jadwal kuliah sebelum kuliah dimulai
- dapat mengirim tugas melalui portofolio atau pun tugas tulis
- mendapatkan informasi secara lebih rinci tentang universitas gunadarma
- dapat mendaftar seminar tanpa harus mengantri.
- dapat mengetahui informasi tentang dosen.
- dapat mengetahui kalender akademik universitas gunadarma.
- mempermudah mahasiswa gunadarma dalam kegiatan perkuliahan
kekurangan pada studentsite :
- server nya masih belum bisa menampung akses data dengan lebih baik
- halaman web nya masih terlalu sulit untuk diakses bagi orang awam
- terlalu sulit untuk dimengerti karena bagi mata orang awam halaman web nya masih belum terlalu rapi.
- terkadang masih lambat untuk diakses, sehingga mahasiswa masih sering komplain ke dosen yang bersangkutan.
Semoga dengan artikel saya ini, situs studentsite.gunadarma.ac.id dapat lebih di perhatikan, sehingga untuk kedepannya situs studentsite gunadarma ini dapat berfungsi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Fuad Agustianto
sub domain yang dijadikan tulisan : http://studentsite.gunadarma.ac.id
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
17.07
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Senin, 27 September 2010
Suku Betawi berasal dari hasil perkawinan antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu dan Tionghoa.
Istilah Betawi
Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata "Batavia," yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh Belanda.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi.
Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Jawa dan Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi.
Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
Istilah Betawi
Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi sebenarnya berasal dari kata "Batavia," yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh Belanda.
Sejarah
Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India.Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi.
Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Jawa dan Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu.
Suku Betawi
Pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Setelah kemerdekaan
Sejak akhir abad yang lalu dan khususnya setelah kemerdekaan (1945), Jakarta dibanjiri imigran dari seluruh Indonesia, sehingga orang Betawi — dalam arti apapun juga — tinggal sebagai minoritas. Pada tahun 1961, 'suku' Betawi mencakup kurang lebih 22,9 persen dari antara 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran, bahkan ramai-ramai digusur dan tergusur ke luar Jakarta. Walaupun sebetulnya, ’suku’ Betawi tidaklah pernah tergusur atau digusur dari Jakarta, karena proses asimilasi dari berbagai suku yang ada di Indonesia hingga kini terus berlangsung dan melalui proses panjang itu pulalah ’suku’ Betawi hadir di bumi Nusantara.Bahasa
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi.
Seni dan kebudayaan
Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab,dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong.Kepercayaan
Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.Profesi
Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan.Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.
Perilaku dan sifat
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
Tokoh Betawi
- Muhammad Husni Thamrin - pahlawan nasional
- Ismail Marzuki - pahlawan nasional, seniman
- Ridwan Saidi - budayawan, politisi
- Bokir - seniman lenong
- Nasir - seniman lenong
- Benyamin Sueb - artis
- Nazar Ali - artis
- Mandra - artis
- Omaswati - artis
- Mastur - artis
- Mat Solar - artis
- Fauzi Bowo - pejabat pemerintahan
- K.H. Noerali - pahlawan nasional, ulama
- SM Ardan - sastrawan
- Mahbub Djunaidi - sastrawan
- Firman Muntaco - sastrawan
Sumber : Wikipedia
Fuad Agustianto ( 12210892 )
Diposting oleh
FUAD AGUSTIAN
di
20.13
0
komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label:
Tugas Budaya Dasar
Langganan:
Postingan (Atom)